News

Rabu, 5 Desember 2018 - 12:22 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Para Guru dan Dosen PPKn perwakilan sekolah dan kampus di Kalimantan Barat foto bersama usai seminar dan pelantikan AP3Kni Kalbar (Foto: Kr2)

Para Guru dan Dosen PPKn perwakilan sekolah dan kampus di Kalimantan Barat foto bersama usai seminar dan pelantikan AP3Kni Kalbar (Foto: Kr2)

Asosiasi Profesi Guru PPKn di Kalbar Resmi Terbentuk

PONTIANAK – Asosiasi profesi guru Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (AP3Kni) di Kalimantan Barat resmi terbentuk, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Terbentuknya AP3Kni di Kalbar ini dimotori oleh Program studi pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IKIP-PGRI Pontianak.

Bertempat di aula Hadari Nawawi, pelantikan sekaligus seminar nasional ini pun sukses digelar.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan guru PPKn, Dosen dari lintas perguruan tinggi di Kalbar dan pemerhati pendidikan serta mahasiswa-mahasiswi IKIP PGRI Pontianak.

Pelantikan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jendral Asosiasi profesi guru Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (AP3Kni) pusat dan juga pakar PPKn Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

Sekretaris panitia kegiatan, Anwar Rubei mengaku bahwa pelaksanaan pelantikan kepengurusan AP3Kni sebenarnya telah lama direncanakan pihak kampus maupun prodi.

“Ini merupakan yang pertama kali terbentuk di Kalbar setelah sebelum-sebelumnya kita telah lama merencanakan pembentukanya,” katanya saat ditemui usai kegiatan, Sabtu (1/12/2018).

Anwar mengaku, keberadaan asosiasi PPKn ini penting sebagai wadah bagi para guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di sekolah.

Dirinya mengaku selama ini di Kalimantan Barat tidak ada wadah asosiasi bagi para guru-guru PPKn.

“Padahal ini penting,” akunya.

Anwar menuturkan keberadaan asosiasi tersebut juga diharapkan dapat menguatkan kembali fungsi mata pelajaran PPKn di sekolah.

“Sehingga guru PPKn diharapkan dapat aktif dalam mengembangkan keilmuan mereka. Karena selama ini PPKn dikenal masyarakat hanya pada aspek pembentukan moral, padahal sifatnya multi disiplin ilmu,” terangnya.

Setelah terbentuknya asosiasi di tingkat provinsi ini, Anwar pun optimis akan diikuti oleh Asosiasi profesi guru Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (AP3Kni) di tingkat kabupaten dan Kota yang ada di Kalbar.

“Kedepan akan melaksanakan program kerja sesuai apa yang telah dibuat oleh organisasi. Adapun program kerja kedepan yaitu pelatihan dan workshop pengembahan bahan ajar kurikulum K13 pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk  publikasi dan seminar nasional,” jelasnya.

Dalam acara pelantikan tersebut, Dr. Dada Suhaida, M. Pd di percaya memimpin asosiasi Asosiasi profesi guru Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (AP3Kni) di Kalimantan Barat periode 2018-2023 mendatang.

Dada Suhaida mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan rapat kerja dan pengembangan dan penelitian serta melaksanakan program jangka panjang dan pendek dan menengah.

“Yang jelas kita ingin mengembangkan kemajuan di bidang pendidikan dan keilmuan PPKn dari praktek-praktek di bidang keilmuan Kewarganegaraan yang merugikan,” harapnya.

Sementara Prof. Dr. Sapriya, M.Ed mengapresiasi terbentuknya Asosiasi profesi guru Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (AP3Kni) di Kalimantan Barat.

“Kita harapkan dengan terbentuknya ini kita mampu mengembangkan keilmuan PPKn dalam membentuk karakter dan meluruskan kekeliruan yang dilakukan pendidik di sekolah,” katanya. (Kr2)

Artikel ini telah dibaca 823 kali

Baca Lainnya