Kilas Daerah News

Selasa, 25 Desember 2018 - 19:04 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat mengunjungi Gereja Katedral Pontianak (Foto: Kr2)

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat mengunjungi Gereja Katedral Pontianak (Foto: Kr2)

Sutarmidji ke Gereja Katedral Pontianak di Malam Natal

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersama rombongan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono dan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi mengunjungi Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Senin (24/12/2018) malam.

Kehadiran orang nomor satu di Kalbar ini disambut langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus Pr. Kedatangan para pimpin daerah di Kalbar ini dalam rangka memantau proses ibadah misa dan pengamanan di malam Natal.

Kunjungan rombongan dimulai dengan mengelilingi sisi gedung yang dipandu oleh Uskup Agung, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur, Kapolda Kalbar dan Pangdam XII/Tanjungpura.

Tampak pula hadir Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muh Anwar Nasir serta jajaran Forkopimda Kalbar lainnya.

Tudingan Pemimpin Intoleran Terbantahkan

Hal ini tentu membantah segala tudingan yang menyatakan bahwa Sutarmidji sebagai Gubernur Kalbar merupakan pemimpin intoleran yang disematkan sebagian masyarakat.

Pernyataan tersebut muncul, lantaran Sutarmidji tak memasang miniatur pohon natal di rumah dinas (Pendopo Gubernur). Padahal pohon natal hanya merupakan simbol dan tak mengurangi khidmat dari perayaan natal itu sendiri.

Seperti diketahui bahwa tahun-tahun sebelumnya pada perayaan Natal di Kalbar, miniatur pohon natal kerap kali dipasang di rumah dinas Gubernur. Adapun pengadaan dari pohon natal tersebut merupakan sumbangan dari pihak ketiga dan tidak ada dalam anggaran APBD Provinsi Kalbar selama pohon natal tersebut dipasang dalam menyambut hari keagamaan umat nasrani di Kalbar ini di zaman pemerintahan sebelumnya.

Tak ingin hal tersebut berlarut, Sutarmidji sebagai orang nomor satu di Kalbar mengeluarkan pernyataan bahwa pengadaan miniatur pohon natal memang tak pernah dianggarkan dalam APBD Provinsi Kalbar.

“Kalau tahun lalu atau tahun sebelumnya selalu ada pohon natal, itu pemberian dari pihak ketiga,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Kamis (13/12/2018).

Eks Wali Kota Pontianak dua periode ini tak menyoalkan bahkan dirinya menyilahkan apabila ada instansi atau organisasi yang ingin merayakan Natal di Pendopo Gubernur.

“Kalau misalnya ada instansi atau organisasi yang akan merayakan natal di Pendopo Gubernur, saya persilakan. Jadi, saya tegaskan, bukan tidak mau membuat pohon natal, anggarannya saja yang tidak ada,” tukasnya.

Ajak Umat Bersatu

Sesaat hendak meninggalkan gereja katedral Pontianak, Sutarmidji mengatakan bahwa kedatangannya bersama Forkopimda Kalbar, guna memastikan perayaan Natal berlangsung dengan nyaman, aman dan damai. Sebagai Gubernur, dirinya merasa wajib memberikan rasa aman bagi seluruh umat beragama yang merayakan hari besar keagamaan.

“Sebagai Gubernur dan kami forkopimda harus memberikan kenyamanan bagi saudara-saudara yang merayakan hari besar keagamaannya. Besok Natal, malam ini saudara-saudara kita umat nasrani melaksanakan misa. Tugas kami memastikan semuanya berjalan dengan nyaman, aman dan damai,” ujarnya kepada awak media sesaat sebelum meninggalkan gereja, Senin (24/12/2018) malam.

Sutarmidji juga menegaskan bahwa empat pilar kehidupan dalam bernegara harus dijaga sebaik mungkin.

“Keberagaman bukan dijadikan alat untuk perpecahan tetapi sebagai alat untuk menuju persatuan. Ketika kita bersatu, dari etnis dan agama apapun, maka negara ini akan kuat,” tegasnya.

Menurutnya, keberagaman pasti ada. Tak hanya di Indonesia. Di seluruh dunia pasti ada. Namun, ditegaskannya lagi, saling menghormati, saling bekerjasama dan saling membantu adalah kunci sukses untuk mencapai itu semua.

“Selaku Gubernur, saya akan selalu berada di semua lapisan masyarakat dan akan terus menjaga masyarakat tetap beriringan dalam keberagaman,” pungkasnya. (Kr1)

Artikel ini telah dibaca 1748 kali

Baca Lainnya