UKM Bisnis Food Story Inspirasi Travel

Senin, 14 Januari 2019 - 02:24 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Pempek Kapal Selam ala warung Pempek Dini

Pempek Kapal Selam ala warung Pempek Dini

Nikmati Pempek dan Tekwan di Pempek Dini, Bikin Melengkung Lidah

Pontianak, selain terkenal dengan berbagai wisata ikonik etnisitas dan kemajemukan berbagai suku yang ada di tanah air, kota yang dijuluki Kota Khatulistiwa ini juga menjadi tempat wisata para penikmat kuliner.

Hampir semua makanan khas di Indonesia bisa dinikmati di kota yang juga dijuluki dengan kota seribu parit ini.

Satu diantaranya ialah Pempek palembang. Untuk bisa menikmati makanan khas Bumi Sriwijaya itu, tak harus pergi ke kota asalnya. Makanan ini menyebar hingga seluruh penjuru Indonesia, termasuklah Kota Pontianak. Foodies KronikID cukup menyempatkan diri berkunjung ke Pempek Dini, untuk menikmati makanan yang terkenal dari olahan ikan ini.

Outlet Pempek Dini
Outlet Pempek Dini

Tim kuliner Kronik.id beberapa waktu lalu berkesempatan untuk mereview langsung Pempek Palembang ala warung Pempek Dini yang terletak di Jalan Sejahtera 1 kawasan Sungai Raya Dalam Pontianak ini.

Pempek Dini menyediakan berbagai varian pempek mulai dari lenjer, lenggang, kulit, adaan hingga kapal selam. Semuanya tersedia dan dapat dinikmati langsung di tempat. Namun, hanya makan pempek saja tentu tidaklah enak jika tak dilengkapi dengan kuah cuka (kuah cuko- dalam bahasa Palembang). Kuah cuko sangat menentukan enak atau tidaknya pempek ketika disantap.

Pempek Dini sendiri, selain rasa ikan tenggirinya yang ‘nendang’ di setiap kunyahannya, tentu yang menjadikan pempek ini semakin menggelora yaitu kuah cukonya. Rasa manis, asin, asam dan gurihnya menjadikan kuah cuko sebagai pelengkap rasa yang wajib selain abon ebi dan irisan timun segar.

Yeni sang empunya warung mengatakan bahwa gula aren sebagai bahan dasar kuah cuko warung pempeknya itu didatangkan langsung dari daerah Palembang. Seperti yang KronikID jelaskan tadi bahwa kuah cuko sangat menentukan enak atau tidaknya pempek ketika disantap, sampai-sampai ada sebuah ungkapan seperti ini ‘Pempeknya enak, sayang kuah cukonya kurang sedap’.

Untuk itu, agar menghasilkan kuah cuko yang benar-benar menggelora, mengharuskan Yeni memilih gula aren berbentuk batok yang bersih yang harus kental namun tidak berasa pahit dengan mendatangkannya langsung dari Palembang.

Selain itu, kreativitas masyarakat Palembang dalam menyajikan pempek patut diacungi jempol, sehinga melahirkan turunan-turunan pempek. Dari berbagai literatur yang dihimpun KronikID, sedikitnya ada 21 jenis pempek berbagai bentuk, jenis dan rasa.

Foodies KronikID bisa langsung searching di mbah Google, sudah banyak sekali literatur yang menjelaskan panjang lebar mengenai turunan pempek.

Pempek Dini menyediakan beberapa turunan yang bisa di coba dan rasanya pasti bikin ‘melengkung lidah’. Pempek Kapal Selamnya sangat luar biasa dengan telur utuh didalamnya. Lenjer yang nyaris mirip dengan kerupuk basah makanan khas dari Kapuas Hulu juga ada. Pempek kulitnya juga tak kalah bikin ‘melengkung lidah’, sensasi krispi kulit ikannya yang enak. Kemudian, yang wajib Foodies KronikID pesan juga adalah pempek adaannya. Tekstur luarnya krispi, tapi bagian dalamnya lembut ketika dikunyah. Keempatnya wajib Foodies KronikID pesan.

Yang tak kalah bikin ‘melengkung lidah’ dan tak boleh dilewatkan adalah Tekwan dari Pempek Dini. Satu diantara tekwan terbaik di Pontianak. Dengan siraman kuah sup udang. Ditambah soun dan irisan bengkuang yang krispi serta jamur kuping yang krenyes. Tak lupa seledri dan bawang goreng untuk menambah sensasi rasa gurih, sensasi segar dan harum. Sepintas, tekwan memang tampak seperti makanan sederhana namun membuatnya tidaklah gampang. Sup yang tidak tepat akan membuatnya amis dan tidak sedap untuk dinikmati.

Tekwan adalah pempek yang dibentuk dengan ukuran yang kecil, kira-kira seukuran jempol. Istilahnya tekwan itu bakso, tapi berbahan dasar ikan. Pada umumnya disajikan dengan bihun lalu disiram dengan kuah sup udang. Akan lebih nikmat jika ditambah kecap dan sedikit sambel yang pastinya bikin lidah melengkung 360 derajat.

Menurut cerita yang melegenda dari Yeni yang aslinya dari Palembang mengatakan bahwa pada dasarnya masyarakat palembang tak terkecuali dirinya tak dapat dipisahkan dengan makanan khas daerahnya. Satu diantaranya pempek Palembang ini. Juga didasari kerinduan akan kampung halaman, membuatnya terinspirasi membuka warung pempek. Yeni juga mengklaim bahwa masyarakat asli Kalbar juga sangat gemar makan pempek.

Sejatinya Pempek Dini ini sudah berdiri sejak 3 tahun lalu, namun dengan situasi dan kondisi yang harus menyesuaikan keadaan globalnya orang Pontianak, memaksa Yeni untuk berpindah lokasi sehingga dipilih kawasan Sejahtera 1 sebagai tempat terbaik.

Selain menyediakan pempek dengan berbagai turunannya, Pempek Dini juga menyediakan berbagai menu makanan lainnya yang dijamin pasti bikin ‘melengkung lidah’. Selain itu, Pempek Dini juga mendaftarkan semua menu makanannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mendapatkan sertifikasi halal dan pastinya agar menjaga keamanan dan hak para konsumen. Buat kamu yang penasaran dengan kisah yang KronikID hadirkan dalam tulisan ini, langsung saja telusuri TKP-nya di Jl Sejahtera 1, No. 26 (tembusan Paris 2 -Serdam) atau hubungi via telepon 0813 1895 4598 / 0821 4866 7639 instagramnya di @pempekdinipontianak. (Tim Kuliner KronikID)

Artikel ini telah dibaca 498 kali

Baca Lainnya