Kilas Daerah News

Rabu, 16 Januari 2019 - 13:55 WIB

2 tahun yang lalu

logo

SMPN 1 Sindangbarang Lakukan Pungutan Liar Kepada Siswa

CIANJUR – Sebanyak 206 siswa siswi di SMPN 1 Sindangbarang, Cianjur Jawa Barat yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dikenakan pungutan liar pihak sekolah untuk pembiayaan sewa gedung dan komputer sebesar Rp.100 ribu per siswa. 


Hal ini membuat orang tua murid merasa keberatan namun meski demikan pihak sekolah tetap saja membebani orang tua murid dengan alasan untuk menyewa gedung dan komputer di SMAN 1 Sindang Barang demi kelancaran UNBK nanti.


” Ya pak beberapa hari lalu orang tua murid rapat dengan pihak sekolah dan komite untuk UNBK dibebani ke siswa awalnya Rp. 150 ribu tetapi khawatir terlalu mahal jadi Rp. 100 ribu katannya buat sewa gedung, komputer dan terus terang ini saya yakin melanggar aturan” kata Zaenal salah satu orang tua murid SMP 1 Sindangbarang (16/1)


Zaenal mengaku bukan hanya UNBK saja yang yang dibenakan ke siswa namun untuk pembelian meja dan kursi sebanyak 120 unit juga dibebankan kesiswa kelas tujuh dan delapan dengan pungutan sebesar Rp.150 ribu sedangkan untuk siswa kelas 9 dibebani Rp.230 ribu per siswa.


” Bukan UNBK saja pak yang dimintai uang tetapi kursi di tiga ruangan hilang  juga dibebani ke siswa dengan pungutan Rp.150 ribu anehnya sisa kursi gak ada sama sekali atau kalau hilang harusnya lapor ke polisi jangan malah kami selaku orang tua murid dibebani lagi,”ujarnya dengan nada kesal.
Sementara itu Etang Rohadi Kepala Sekolah SMPN 1 Sindangbarang  mengakui bahwa pihak sekolah memang membebani siswa untuk pelaksanaan UNBK nanti. 


Menurut Entang  disekolahnya tidak memiliki komputer sedangkan tahun ini ditempat anak didiknya  tahun ini harus melaksanakan UNBK. 


” Terkait dengan adanya pungutan UNBK ini memang sudah saya pikirkan dan mendapat arahan dari sub Rayon karena jumlah siswa peserta UNBK berjumlah 206 sedangkan disekolah ini selama ini tidak memiliki komputer karena saya baru menjabat setahun ini dan harusnya ada komputer tetapi saat saya menjabat cuma satu laptop saja dilemari inikan jadi pertanyaan padahal sebelumnya sudah ada anggran untuk komputer,”katanya (zat)

Artikel ini telah dibaca 1130 kali

Baca Lainnya