Uncategorized

Rabu, 27 Februari 2019 - 14:52 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Masyarakat Kubu Raya Komitmen Menjaga Keharmonisan antar Etnis

Kubu Raya- Forum Pemuda Peduli Keberagaman (FP2K) menggelar dialog dan ngopi bareng tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda lintas etnis dan budaya, di Ballroom Hotel Dangau, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (27/02/2019) pagi.

Dialog tersebut bertujuan untuk mengajak merawat keharmonisan, toleran, dan saling menghormati setiap perbedaaan menjelang pemilu 2019.

Ketua FP2K, Edi Suhairul mengatakan, Indonesia adalah sebuah negara unik yang di dalamnya terdapat banyak keberagaman baik dari segi suku, budaya, agama, dan bahasa. Tak terkecuali di Kabupaten Kubu Raya.

“Ini merupakan keunikan tersendiri yang membedakannya dengan negara lain. Tidak banyak negara yang seperti Indonesia dalam hal keberagaman. Namun di balik keberagaman ini terdapat potensi, baik potensi yang positif maupun yang negatif,” katanya usai acara.

Keberagaman ini, kata Edi, apabila tidak dirawat dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan adanya perpecahan atau konflik.

“Karena perbedaan baik cara pandang maupun karena perbedaan kepentingan,” ungkapnya.

Hal ini dikatakannya menjadi penting sebab akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa-peristiwa yang menandakan adanya pergeseran nilai-nilai kehidupan di masyarakat yang tidak lagi mencerminkan kebersamaan dalam keberagaman.

Peristiwa intoleran dan diskriminasi isu SARA terjadi di banyak tempat di Indonesia. Bahkan tidak sedikit daerah yang menjadi daerah konflik disebabkan perbedaan, apalagi Indonesia, lanjutnya, sebentar lagi akan menggelar pemilu serentak.

“Kebersamaan dalam keberagaman harus terus dirawat agar bangsa Indonesia bisa terus fokus membangun bangsa tanpa terpengaruh dengan masalah perbedaan. Termasuk di Kabupaten Kubu Raya ini,” jelasnya.

Berangkat dari keprihatinan terhadap pergeseran nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman di masyarakat inilah, terang Edi, maka muncul gagasan untuk mulai merawat dan menimbulkan lagi semangat persatuan sebagaimana Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita berharap para tokoh pemuda, tokoh masyarakat lintas etnis di Kabupaten Kubu Raya bisa memahami perbedaan melalui dialog dan kemudian mencintai, menghargai, serta merawat keberagaman tersebut,” tutupnya.

Sementara Ketua Persatuan Orang Melayu Kubu Raya, Syarifuddin, yang juga menjadi peserta dialog, turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan FP2K.

Menurutnya, dialog seperti ini harus sering dilaksanakan demi mempererat persatuan masyarakat lintas etnis.

“Dialog ini sangat penting untuk menjadi kegiatan yang mempererat persatuan antar etnis di Kubu Raya, demi memperkokoh persatuan bangsa,” ujarnya

Ketua POM ini pun mengharapkan, jika memang ada terjadinya gesekan yang menyebabkan permasalahan, khususnya di Kubu Raya, harus segera diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Hindari permasalahan, jika ada permasalahan besar harus dikecilkan dan jika ada masalah kecil harus dihilangkan,” harapnya.(cc/rd)

Artikel ini telah dibaca 371 kali

Baca Lainnya