Kilas Daerah

Jumat, 25 Oktober 2019 - 02:05 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat melaunching Data Analytic Room Pemprov Kalbar (Foto: KalbarOnline)

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat melaunching Data Analytic Room Pemprov Kalbar (Foto: KalbarOnline)

Gubernur Sutarmidji Sebut Data Kalbar Semrawut

Launching Data Analytic Room

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melaunching Data Analytic Room (Ruang Analisa Data), Senin (21/10/2019).

Kehadiran Data Analytic Room ini bertujuan untuk menyediakan ruang penyajian data pembangunan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pemerintah, serta mendukung pengambilan keputusan oleh pemerintah (Decision Support System) yang dapat diakses oleh masyarakat.

Gubernur Sutarmidji mengatakan dibangunnya Data Analytic Room itu merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Kehadiran Data Analytic Room ini sebagai upaya kita melaksanakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel agar bisa mendapat kepercayaan masyarakat. Itulah tata kelola pemerintahan yang baik dan transparansi itu merupakan syarat utama. Selain itu juga sebagai rujukan dalam membuat sebuah analisa yang lebih mendalam dan detail untuk pengambilan suatu keputusan,” ujarnya seperti dilansir dari KalbarOnline.com.

Kehadiran Data Analytic Room ini juga, kata Midji, sebagai upaya membenahi pengelolaan data di Kalbar yang selama ini semrawut. Sehingga, terang Midji, kebijakan atau program yang dibuat Pemerintah Provinsi Kalbar terkadang tak sesuai ekspektasi yang diharapkan.

“Pengelolaan data selama ini semrawut. Datanya semrawut. Sehingga kebijakan atau program yang kita buat kadang tak menghasilkan 100 persen yang kita inginkan. Datanya bias. Jangan jauh-jauh, data penduduk saja antara data statistik dengan Dukcapil saja bedanya bisa sekitar 3-4 persen. Itu besar, ini yang kita tidak inginkan. Untung saja, menentukan DAU (Dana Alokasi Umum) menggunakan data Dukcapil, kalau menggunakan data statistik, rugi. Sehingga, satu data dan datanya valid itu penting, sudah menjadi kebutuhan kita. Kalau tidak, repot,” imbuhnya.

Konten yang disajikan dari Data Analytic Room ini, kata Midji, selain dapat diakses oleh masyarakat luas juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kalbar. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses berbagai kegiatan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga, tegas Midji, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi.

Data Analytic Room yang dibangun sejak enam bulan lalu melalui APBD 2019 ini, diakui Midji, sengaja dipercepat peresmiannya.

“Karena APBD 2019, harusnya akhir tahun nanti. Tapi saya mau lebih cepat, karena sudah selesai juga, masa kontraknya juga sudah selesai, jadi kita uji coba terus, sampai nanti di sini ada sebanyak-banyaknya data,” akunya.

Melalui konten-konten yang ada pada Data Analytic Room ini, pihaknya juga akan menyajikan data mengenai tata ruang. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui informasi tersebut dan agar peruntukkan suatu kawasan tidak mudah diubah. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melengkapi informasi tata ruang lengkap dengan peta dan koordinatnya, supaya tidak ada lagi permainan.

“Harus. Supaya orang mendapat informasi, jangan sampai peruntukkan suatu kawasan mudah diubah. Bahkan peta dan koordinatnya harus ada dan jelas. Supaya tidak ada lagi permainan. Nanti akan kita masukkan,” tandasnya. (Kr2)

Artikel ini telah dibaca 1751 kali

Baca Lainnya