News Hukum Kilas Daerah Kriminal Nasional

Senin, 18 November 2019 - 23:25 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Tahanan KPK di Giring Kepolisian

Tahanan KPK di Giring Kepolisian

Sidang Perdana Kasus Suap Proyek di Kabupaten Bengkayang.

PONTIANAK_Kronik_Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak menggelar sidang perdana kasus suap pengerjaan proyek pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019, Senin, (18/11) pagi. Sedikitnya empat terdakwa dari pihak swasta di sidangkan dalam agenda dakwaan, mereka adalah Yosep Alias Ateng, Rodi (RD), Bun Si fat (BF) dan Pandus.

Pukul 10. 37 WIB keempat tersangka yang mengunakan rompi orange, tampak digiring aparat kepolsiian masuk ke ruang sidang Kartika.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Feby D mengungkap kan pihaknya mendakwa keempat tersangka telah memberikan uang kepada Bupati Bengkayang Suryadman Gidot melalui Kadis PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius.

“(Uang tersebut) berkaitan dengan kewenangan Bupati Bengkayang menetapkan anggaran di APBDP tahun anggaran 2019 di dinas PUPR. Dan Kewenangan Aleksius untuk menetapkan proyek-proyek Pengadaan Langsung (PL) ,” terang Feby D, kepada wartawan, usai sidang, Senin, (18/11) siang.

Aleksius pun menjanjikan kepada pihak Swasta akan memberikan proyek PL apabila menyerahkan uang yang dia minta. Akhirnya para swasta tersebut pun menyerahkan uang. Jumlahnya bervariasi. Totalnya ada 340 juta.

” Menurut bukti-bukti di penyidikan. Nantinya uang itu akan digunakan (Suryadman Gidot) untuk mengurus kasusnya berkaitan bantuan keuangan (Bansus, red) yang ditangani Polda Kalbar, “terangnya.

Pengakuan tersebut juga keluar dari keterangan Suryadman Gidot kepada penyidik KPK dalam penyidikan. Namun pihaknya mengaku tidak mendalami kasus tersebut. Sebab pihaknya hanya fokus pada ranah menyelidik dan menuntut perbuatan suap yang dilakukan para terdakwa.

“Apakah permintaan uang dari Bupati Bengkayang, berkaitan dengan kasus di Polda itu sebagai alasan atau tidak kita lihat di persidangan saja,” pintanya.

Dirinya pun mengatakan, akan terus mendalami kasus ini. Dan memeriksa saksi-saksi yang berkaitan dengan alur yang tersebut. Termasuk istri Aleksius dan stafnya.

Penasihat hukum terdakwa Zakarias mengatakan kliennya tidak melakukan suap atau di pastikan tidak bersalaha.
“klien sy tidak bersalah, hanya salahnya pemberian pinjaman tersebut di serahkan kepada pegawai negeri sipil,” kata pengacara terdakwa tersebut

Sidang akan dilanjutkan, Senin, (25/11) mendatang. Agendanya adalah pemeriksaan saksi saksi, yang akan kembali di pimpin oleh ketua majelis hakim Prayitno imam santosa. (KND)

Artikel ini telah dibaca 245 kali

Baca Lainnya