News Hukum

Selasa, 19 November 2019 - 20:07 WIB

10 bulan yang lalu

logo

tersangka dugaan korupsi Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ketapang (DPRD), Hadi Mulyono Upas (HMU).

tersangka dugaan korupsi Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ketapang (DPRD), Hadi Mulyono Upas (HMU).

Kejati Kalbar resmi tahan Mantan Ketua DPRD Ketapang

PONTIANAK – Kejaksaan tinggi Kalimantan Barat melakukan penahanan kepada tersangka dugaan korupsi Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ketapang (DPRD), Hadi Mulyono Upas (HMU). Tersangka HMU saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Kelas II Pontianak, Selasa (19/11).

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Kalbar Pantja Edy Kurniawan membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap kasus dugaan gratifikasi terkait pokok pikiran Mantan Ketua DPRD Ketapang.

“Kemarin tim penyidik Kejari Ketapang melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka di Semarang, setelah beberapa kali di lakukan pemanggilan, hari ini langsung kita bawa ke Pontianak dan lakukan penahanan, ” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya tersangka masih dalam keadaan sakit sesuai dengan keterangan pihak terkait, namun setelah dilakukan penjemputan dan diperiksa di salah satu rumah sakit di Semarang tersangka dinyatakan telah dalam keadaan sehat.

Tersangka ditahan di Rutan Kelas II Pontianak, tersangka juga sudah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, dan dinyatakan sehat sehingga  langsung dibawa ke Kejati kemudian di antarkan ke Rutan untuk dilakukan penahanan.

“Penahanan berdasarkan Surat Perintah surat (T7) Nomer: 3202/O.1.13/ft.1/11/2019 Tanggal 19 November 2019 penahanan 20 hari,” tegasnya.

Saat ini terkait kasus ini, baru satu tersangka yakni mantan Ketua DPRD Ketapang. Namun proses masih berjalan, tidak menutup kemungkinan ada hasil baru, bisa saja ada tersangka lain. Untuk kasus ini kerugian negara diperkirakan hampir Rp5 miliar.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus ini, makanya proses penyidikan terus belanjut hingga 20 hari kedepan,” tambahnya. (KC)

Artikel ini telah dibaca 230 kali

Baca Lainnya